seberapa mahal sih orang memandang harga dirinya sendiri?
kalo tidak mau dibilang murahan loh ya!
saya selalu saja menggunakan harga diri saya dalam bertindak. semua semuanya. dari hal terkecil sampai hal yang terbesar. termasuk dalam hal mencapai keputusan.
sekarang saya sudah kelas IX. waktunya menentukan jurusan mana yang akan saya pilih. IPA atau IPS?
beberapa bulan yang lalu saya berpikir. saya tidak mau sama seperti anak kebanyakan. meng idolakan IPA mati matian sampai lupa kemampuannya sendiri. saya mengidolakan IPS! selain IPS itu mudah, teori semua, nggak terlalu mikir, dan nggak harus maksa tentunya. sedangkan suatu sisi. IPA sangat amat diidolakan. sapa yang masuk IPA? wauuuuuu... they are smart! of course! predikat itu yang membuat saya mati matian menekan harga diri saya untuk tidak gentar. sekali IPS tetap IPS!! Merdeka!! tapiiiiiiii........
walaupun saya nggak minat-minat amat masuk IPA tapi saya sangat antusias kalo guru-guru IPA mengajar. rajin mengerjakan PR. dan peduli dengan IPA sebesar saya peduli dengan IPS. karena menurut saya setidaknya kalaupun saya benar-benar masuk IPS saya nggak bloon-bloon banget kalau ditanya IPA. tapi itu malah jadi buah simalakama!
mengerjakan dan belajar IPA ternyata lumayan! dan itu yang bikin saya masuk perangkap IPA. sebenarnya saya nggak pede. oleh karena itu dikelas saya tidak gentar meneriakan IPS! bahkan saya juga janjian dengan teman saya di kelas untuk masuk IPS! tapiiii lagiii.....
dua minggu sebelum UAS harga diri saya yang tinggi mulai berteriak minta didengarkan.
"harga diri": kamu udah gagal masuk negri! mau masuk ips? nggak malu? kelihatan begonya banget!!! ipa tuhh.. wauu banget. kalau kamu bisa kenapa dibuang-buang. pengecut! ternyata nggak berani ngelawan kesulitan. malah milih aman! PENGECUT! IPA AJA!!!!
dan teman-teman dekat saya juga mendukung untuk masuk IPA. makin ragulah saya.
suatu sisi saya mengatakan...
"kamu udah janji sama dia. mau kamu ingkari gtu aja? he kamu itu pasti diomongin anak sekelas. udah nggak pinter-pinter amat. nekat! IPS aja. tunjukin kalau IPS itu nggak buruk"
gilaaaa.... saya heran mau gimana lagi.
akhirnya... harga diri saya bilang lagi "nggak masalah! bilang aja ortumu yang pengen" dilain sisi pastilah saya mau nyenengin ortu dengan masuk IPA. dan disinilah saya akhirnya. memenangkan harga diri saya dengan seribu satu keraguan. merasa dibelakang ada banyak yang mencemooh. dan dalam hati saya yang paling dalam mengatakn. " makin nggak dianggep deh! bagussss!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar