11/04/2011

pusing dengna banyak hal

ini lah kehidupan
bisa dibwah bisa diatas. tergantung bagaimana kita mempertahan kan. mau dibawah terus atau diatas terus.
ini yang saya rasakan. dulu sya pernah diatas. sekarang hidup sya dibawah. tapi saya yakin inilah yang namanya kehidupan.
ujian banyak sekali datang kapada saya.
ini pembelajaran untuk saya bisa jadi dewasa. Alhamdulilah.
masalah nilai saya yang kurang baik.
menurut saya inti dari sekolah sebenarnya bukan dari berapa besar nilai rapot dan ulangan saya. tapi bagaimna kita bisa paham dan mengerti apa yang diterangkan oleh guru. mengerti arti dari semua pelajaran itu. dan saya menerapkan itu di otak saya *akhrnya saya jadi malas belajar

7/10/2011

harga diri

seberapa mahal sih orang memandang harga dirinya sendiri?
kalo tidak mau dibilang murahan loh ya!
saya selalu saja menggunakan harga diri saya dalam bertindak. semua semuanya. dari hal terkecil sampai hal yang terbesar. termasuk dalam hal mencapai keputusan.
sekarang saya sudah kelas IX. waktunya menentukan jurusan mana yang akan saya pilih. IPA atau IPS?
beberapa bulan yang lalu saya berpikir. saya tidak mau sama seperti anak kebanyakan. meng idolakan IPA mati matian sampai lupa kemampuannya sendiri. saya mengidolakan IPS! selain IPS itu mudah, teori semua, nggak terlalu mikir, dan nggak harus maksa tentunya. sedangkan suatu sisi. IPA sangat amat diidolakan. sapa yang masuk IPA? wauuuuuu... they are smart! of course! predikat itu yang membuat saya mati matian menekan harga diri saya untuk tidak gentar. sekali IPS tetap IPS!! Merdeka!! tapiiiiiiii........
walaupun saya nggak minat-minat amat masuk IPA tapi saya sangat antusias kalo guru-guru IPA mengajar. rajin mengerjakan PR. dan peduli dengan IPA sebesar saya peduli dengan IPS. karena menurut saya setidaknya kalaupun saya benar-benar masuk IPS saya nggak bloon-bloon banget kalau ditanya IPA. tapi itu malah jadi buah simalakama!
mengerjakan dan belajar IPA ternyata lumayan! dan itu yang bikin saya masuk perangkap IPA. sebenarnya saya nggak pede. oleh karena itu dikelas saya tidak gentar meneriakan IPS! bahkan saya juga janjian dengan teman saya di kelas untuk masuk IPS! tapiiii lagiii.....
dua minggu sebelum UAS harga diri saya yang tinggi mulai berteriak minta didengarkan.
"harga diri": kamu udah gagal masuk negri! mau masuk ips? nggak malu? kelihatan begonya banget!!! ipa tuhh.. wauu banget. kalau kamu bisa kenapa dibuang-buang. pengecut! ternyata nggak berani ngelawan kesulitan. malah milih aman! PENGECUT! IPA AJA!!!!
dan teman-teman dekat saya juga mendukung untuk masuk IPA. makin ragulah saya.
suatu sisi saya mengatakan...
"kamu udah janji sama dia. mau kamu ingkari gtu aja? he kamu itu pasti diomongin anak sekelas. udah nggak pinter-pinter amat. nekat! IPS aja. tunjukin kalau IPS itu nggak buruk"
gilaaaa.... saya heran mau gimana lagi.
akhirnya... harga diri saya bilang lagi "nggak masalah! bilang aja ortumu yang pengen" dilain sisi pastilah saya mau nyenengin ortu dengan masuk IPA. dan disinilah saya akhirnya. memenangkan harga diri saya dengan seribu satu keraguan. merasa dibelakang ada banyak yang mencemooh. dan dalam hati saya yang paling dalam mengatakn. " makin nggak dianggep deh! bagussss!!!!

3/17/2011

cintaa

cinta. buayakk banget orang yang suka sama kata satu ini. bawa kedamaian.bawa kebahagiaan. tapi nggak semuanya cinta itu damai dan bahagia. dan yang perlu diingat cinta itu "NGGAK MUTLAK"
Tp semua orang pasti mikirnya gak gtu. yang penting dia cinta sayang urusan beres. lah kalau tiba-tiba cowoknya atau ceweknya selingkuh gimana? pasti yang disalah in selngkuhannya. dibilang cewk ganjen lah, cowok perebut cewek orang lah. padahal yang ke ganjenan ya pacaranya sendiri.
ada lagi yang udah punya rencana nikah terus batal gara-gara ada cewek lain yang lebih lebih lebih. susah kan ya??
ada lagi udah nikah punya anak. eh tiba-tiba aja cerai gara-gara ada pihak ke 3. padahal dia udah nikah 20 tahun, misalnya.
sebenarnya sebagaia anak dibawah umur saya pantang membicarkannya. tapi ini menjadi pelajaran buat saya kelak. kalu nanti saya sudah dewasa saya akan tidak tergantung pada laki-laki. agar tidak terjadi pelecehan terhadap saya sebagai perempuan. karena prinsip saya yang tadi. CINTA ITU TIDAK MUTLAK. bisa datang, bisa pergi. dan bisa berubah pandangan.

cerpennn

My First Love

Rapat keanggotaan ini cukup ramai. Tampak suara anak-anak yang berbincang-bincang disekelilingku. Memang, kami sedang menunggu Bu. Mentari, ketua penyelenggara dari acara ulang tahun sekolah. Tapi, keramaian ini tidak membuat seorang cowok yang yang sejak tadi mencuri perhatianku terganggu. Mungkin di otaknya kini ia sedang mengira-ngira apakah ia bisa tahan deket-deket sama bebek-bebek yang semenjak tadi ngoceh tak henti-hentinya ini.

“Bell.. kamu denger nggak?” seseorang menyenggol sikuku. Aku menoleh

“Apaan sih Mel?” tanyaku gusar merasa terganggu

“Duh Bella... capek deh!! Kamu lagi liatin apaan sih?”

“nggak... aku kan cuman boring aja Mela… Mana sih Bu. Mentari? Dia udah telat banget nih” Omelku

“Iya… ya….” Jawab Mela yang akhirnya terdiam juga. Kediaman Mela ini membuatku menoleh ke arah cowok itu lagi, menikmati kegantengan dan kecuekkannya, tapi ternyata cowok itu juga melihatku dengan tatapan yang sulit ditebak dan tajam. Seakan-akan sedang membaca pikiranku. Seketika aku membuang muka, menatap lembar kosong yang berada di depanku.

“Mampus aku” ucapku lirih

“Apa Bell?” Mela yang berada di dekatku mendengarnya. Aku menoleh dan segera menggeleng.

“Trus tadi kamu ngomong sama siapa?” tanyanya heran

“Eeng..” aku berpikir untuk mencari jawabannya, tetapi pintu meeting room terbuka dan Bu. Mentari datang dengan senyum tanpa bersalahnya yang ngeselin banget.

“Bel.. aku udah telat banget nih... aku belum telpon nyokap lagi, duluan yaa Bel” ucap Mela tergesa. Sudah sampai tengah jalan Mela berbalik arah “Bel.. aku besok salin PR ya, sibuk nih” ucapnya sambil tersenyum kemudian berlari keluar. Mela keterlaluan banget, udah nggak mau nungguin aku negeberesin kertas habis rapat minta salin PR lagi, nggak tau aku juga langgar jam pulang sekolah apa? Tergesa aku berlari keluar sambil membawa penuh kertas hasil rapat ditangan. Hingga didepan pintu tak sengaja aku menabrak pintu yang setengah tertutup itu, yang akibatnya kertas-kertas itu berjatuhan dan berserakan.

“Ahh.. udah telat nih” gerangku kesal. Segera aku bersihkan kertas-kertas sialan itu. Tapi tiba-tiba ada tangan lain yang juga ikut mengambil kertas-kertas hasil rapatku. Aku menoleh kearah sang pemilik tangan berada, seketika aku melongo saat ternyata tangan itu milik seseorang cowok yang telah mencuri perhatianku ikut membantuku. Kak Nando itulah namanya yang aku dengar dari Septa. Sohib sehati dan seperjuangan yang sering bergosip dan berkomentar tentang semua orang di sekolahku termasuk Kak Nando yang sering membuat pelanggaran ala sekolah.

“Ati-ati dong lain kali”ucapnya sambil memberikan kertas-kertas hasil pungutannya kepadaku. Aku hanya terpaku dan tersenyum maksa. Ia membantuku berdiri dari posisi jongkokku yang memalukan untuk ukuran orang sedang nge_fans. Kak Nando langsung berbalik keluar dan menghilang dan aku hanya terdiam. “kak...” panggilku terlambat.

Jantungku seakan mau copot saat ini. Ruang kelas 2C yang penuh dengan kakak-kakak kelas dan semuanya tak kukenal “Bismillah” batinku

“Kak.. kak Nandonya ada?” Tanyaku pada kakak kelas yang berada diluar kelas. Kakak kelas yang satu ini cantik banget kayak model majalah dewasa. Kok majalah dewasa? Karena tampilannya benar-benar sexy. Yang aku tau kakak kelas ini sering dipanggil BP karna pakaiannya yang diluar batas normalnya anak sekolahan.

“Nando!!!” panggilnya keras dari luar kelas sambil sibuk ber-smsan ria. “ dicari anak ilang” ucapnya sambil melirikku. Mentang-mentang aku anak kelas 1 sendiri dipikir anak ilang. Rese banget!. Kak Nando keluar kelas seperti biasa dia menatapku dingin.

“Ada apa?” tanyanya padaku. Tapi kemudian dia menoleh ke arah kak Sexy

“Jangan nguping!! Masuk sana!”bentak Kak Nando. Kak sexy merengut dan langsung masuk kelas.

“Ada apa?” ulangnya. Aku hanya bisa terdiam. Deg-degan gitu loh!! Jadi blank mau ngomong apa.

“Em” suaraku tertahan dan aku hanya bisa garuk—garuk

“Ada masalah?” Tanyanya lagi. Aku hanya bisa terdiam. “Klo lo diem terus gue masuk nih” ancamnya dengan suara meninggi.

“Eh!nggak kak! Jangan! Aku cuman mau ngembaliin bukunya kakak yang kemarin kebawa waktu kakak bantuin aku.... em” ucapku cepat banget, kayak kereta. Tancap terus! Segera aku berikan buku itu yang bikin aku mati rasa sekaligus mati hati gara-gara setengah mati mengalahkan ketakutanku.

“kok ada di elo?” tanyanya heran

“ke.. kan.. kan kemarin keselip dikertas-kertasku.. yang kemarin itu loh kak” ucapku terbata plus bingung menjelaskan awal kejadiannya, perasaan tadi udah aku bilangin deh apa nggak denger ya?

“kemarin? Oh..”

“ma… makasih ya kak..” aku buru-buru berbalik dan berlari secepat mungkin, sebelum aku benar-benar mengganti jantungku dengan jantung yang baru(kalo ada)

Semenjak kamis dag-dig-dug itu keanehan mulai terjadi. Kak Nando gebetanku sepanjang aku mulai sekolah, yah memang sih aku baru kelas 1 tapi aku udah punya rencana gitu buat ngecengin kak Nando sepanjang masa, mulai menyapaku walaupun cuman senyam-senyum, tapi itu udah bikin aku mati gaya,mati gerak, apapun deh yang bisa dimatiin.

“Bellaa.. kak Nando nyapa kamu?Senyum-senyum gitu dia kekamu..” tanya Septa waktu kak Nando dan teman-temannya menjauh

“Emangnya kenapa?” tanyaku sambil tersenyum bangga alias berbunga-bunga.

“Bell... kamu tau kan kak Nando itu sapa?dia kan Noordin M Topnya sekolah ini.. teroris! Yang bisa sekolah kita malu abis-abisan gara-gara dia sering tawuran sama sekolah lain. Apalagi dia pernah ke_gep make, anak-anak langsung gempar aja gitu waktu tau dia kepilih jadi panitia ultah sekolah.. menurut kamu buat apa ya Bu Mentari milih dia? Kan masih banyak anak-anak disini yang kreatif dan termasuk anak yang bisa membanggakan sekolah, contohnya Bekky... bla.. bla..” omel Septa panjang banget

“Bella?” tiba-tiba Septa menyenggalku, merasa nggak didengerin nih

“apa?” tanyaku

“setuju kan kamu?”

“udah lah Ta.. kamu ngomong terlalu panjang.. nggak paham nih otak…. Aku ke ruang meeting dulu ya… bye” akhirku segera kabur

Dua Minggu menjelang hari ultah sekolah yang indah. Kenapa?karena aku sudah kenal Kak Nando bahkan udah akrab sekarang. Gara-garanya kita punya tugas yang sama, yaitu bikin tema dan ngedekorasi buat acara ultah sekolah. Kita jadi sering ngumpul bareng dan jalan bareng. Dari jelas ke nggak jelas. Awalnya jalannya jelas banget dan niat benget, nyari inspirasi, lama-lama jalan iseng-iseng. Dari ke Mall ke Gramedia, ke Taman, sampe Kerumahnya Kak Nando yang gede banget, tapi masih nggak dapet inspirasi, eh tau-tau ada aja tuh ide dari kak Nando yang mengakhiri tugas kita tapi karna keseringan jalan jadi kebiasaan, maka dari tu jadi jelas ke nggak jelas kan? Dan jadilah kita sekarang temen deket yang lengket terus kayak perangko. Sebenernya pengen lebih sih. Hehehe.. tapi udah syukur jadi temennya kak Nando. Tapi deket sama kak Nando bukannya nggak ada konsekuensinya. Hampir anak sesekolahan ngegosipin aku jadian sama kak Nando, yang akibatnya bikin Septa dan Bekky mencak-mencak, termasuk temen-temen kak Nando yang suka menatap benci padaku setiap kami nggak sengaja papasan di jalan, ini memang sesuatu yang aneh kerena anak-anak selalu melihat jelek kak Nando disetiap saat dan setiap kondisi. Dulu waktu pertama kali aku masuk ke sekolahan ini dan menyatakan bahwa kak Nando ganteng teman-temanku pada menatapku dengan kening 15 kerutan. Waktu aku Tanya ada yang aneh mereka bilang bahwa kak Nando adalah salah satu anggota dari geng yang suka bikin rese di sekolahan ini. Dari tawuran,merokok,make and the gank yang jelek-jelek itu Tapi dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku tau kalau kak Nando adalah cowok yang baik sekaligus ganteng. Walaupun kenyataannya aku sering melihat kak Nando masuk BP dalam acara nyidang kelakuannya yang mereka ceritakan padaku.

“Bella.. mau pulang ya? Pulang bareng naik delman yuk” ucap seseorang yang aku tau pasti ini orang rese banget dari belakangku. Siapa lagi kalau bikan Bekky yang pernah mengaku suka banget sama aku dari pertama kali ia melihatku. Nggak pake nanya-nanya nama atau PDKT dia langsung aja nembak dengan kePDannya yang jijay banget itu

“nggak” jawabku ketus

“kalo naik skuter gimana? Kebetulan aku bawa skuter” tawarnya lagi

“nggak” jawabku pelan

“kalo ragu dipikir-pikir dulu aja. Aku bawa dua skuter kok. Satu buat aku satunya buat kamu. Kan asyik kalo siang-siang gini main skuteran di taman” promosinya PD

“what? Kayak aku mau aja. Aku kan udah bilang nggak, udah ah aku mau pulang, capek ngomong sama domba gila” ucapku sambil mempercepat langkah sebelum Bekky mengikutiku lagi

Siang ini nggak ada rapat seperti siang-siang biasanya. Memang persiapan ultah udah beres tinggal hari H.nya aja. Aku sedih banget karena nggak bisa ketemu kak Nando. Walaupun rapat itu ngeboringin asli tapi kalo ketemu kak Nando sih 2 tahun rapat mau-mau aja. Biasanya kak Nando bakal ke kelasku dan kita sama-sama ke meeting room. Dan pulangnya jalan-jalan sambil ngobrol tentang dekorasi dan tema ultah yang seru. Tapi siang ini, tanpa kak Nando hampa malah didatengin domba kesurupan macem Bekky. Kak Nando sebenarnya udah cerita banyak tentang dirinya dan teman-temannya yang biang rese itu. Satu tahun lalu waktu kak Nando baru masuk ke sekolahan ini dia masih polos dan putih tanpa cacat, tapi kondisi merubah segalanya, masa anak-anak yang kurang menyenangkan karena kesibukkan orang tuanya membuat kak Nando terpaksa berontak dengan cara berteman dengan teman-temannya sekarang. Setelah Setengah tahun berlalu kak Nando sudah merasa lelah dengan semua perilaku mereka. Tapi keluar dari geng yang sudah tenar dengan kebengisannya sangatlah sulit bagi kak Nando dan membuatnya makin sulit. Itulah sebabnya kak Nando selalu bersikap diam dan acuh kepada mereka semuanya. Balik lagi masalah siang ini. Gara-gara nggak rapat aku harus rela pulang naik angkot dan berjalan kaki agar aku bisa menikmati kasurku yang empuk itu. 15 menit berlalu di jalan saat aku naik angkot dan saatnya untuk berpanas-panasan di jalan. Setelah membayar segera aku berjalan kaki dengan santai. 2 meter dari sini aku bisa mendengar sesuatu. Seperti orang-orang yang bertengkar. Tawuran deh kayaknya. Sok tau sih. Tapi kan kayaknya. Ngeri banget deh. Aku berusaha berpikir positif. Mungkin bukan tawuran mas-mas pentol aja kali yang lagi berantem. 10 menit kemudian aku mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres di depanku. Seperti ada orang tergeletak. Ku tajamkan lagi pandangaku. Benar ada orang sedang tersungkur di jalan. Segera aku berlari menuju orang tersebut. Aku berusaha membantunya. Tapi..

“kak Nando” pekikku kaget saat tau orang itu kak Nando. Kak Nando tersungkur dengan banyak memar dan darah di wajahnya. Segera aku bantu ia berdiri dan menaikannya ke dalam becak yang sedang lewat di sebelah kami. Beberapa menit kemudian kami telah sampai ke rumahku yang memang tidak begitu jauh dari tempatku menemukan kak Nando setelah membayar becak kepada abang botak yang mengendarainya segera aku membopong kak Nando agar mudah masuk rumahku yang tidak begitu besar itu. Kak Nando meringis saat aku mencoba membantunya duduk di sofa rumahku. Segera aku mengambil P3K di kotaknya, dengan kemampuan cekak akibat nggak lulus ekskul PMR waktu SMP aku berusaha membersihkan darah yang ada pada wajah kak Nando dengan kapas. Berkali-kali kak Nando meronta.

“Gue nggak pa-pa” bentaknya yang seketika membuatku kaget. “gue benar-benar nggak pa-pa” ucapnya melunak “ jangan sentuh luka gue”

“tapi kak! Entar kalo infeksi makin gawat loh”ucapku polos

“tapi ini sakit banget Bell..”

“pegang tanganku kak.. dulu waktu kakiku kena pecahan kaca mama suruh aku pegang tangannya biar sakitnya berkurang.. aku janji pasti sakitnya kak Nando dikit ilang” tawarku sambil mengulurkan tanganku, kak Nando langsung meletakkan tangannya diatas uluran tanganku yang langsung kugenggam erat, berusaha memberinya kekuatan

“pejamin mata kak Nando… mungkin itu bisa mengurangi sakitnya” anjurku. Kak Nando memejamkan matanya erat. Beberapa menit kemudian luka kak Nando yang tidak telalu parah itu tertutup plester.

“udah... nggak sakit kan kak?” ucapku. Aku segera bangkit untuk mengembalikan P3K kekotaknya di dapur tapi tangan kak Nando yang masih menggenggam tanganku menarikku sehingga aku duduk kembali. Jelas aku kaget dan deg-degan abis. karna kali ini kak Nando tepat didepan mukaku

“jangan tinggalin gue dulu” ucapnya “lo nggak pa-pa?” tanyanya. Aku menggeleng. Padahal aku bohong. Deg-degan nih jantungku

“Makasih ya Bell.. kamu.. kamu udah mau bantuin aku.. padahal ini semua bisa bikin kamu susah banget... kamu udah mau deket sama aku minggu-minggu ini aja udah syukur banget...”

“kenapa jadi kayak gini sih kak?” tanyaku pelan. Kak Nando tersenyum dan memejamkan matanya beberapa detik seperti sedang melepaskan kesedihan dihatinya, kemudian kak Nando menatapku

“udah biasa Bell.. kekerasan dalam hidupku itu selalu ada… dimana pun aku ada… tapi mungkin kali ini lain ceritanya…aku pengen hidup tenang Bell..”

“maksudnya kak?” tanyaku bingung

“aku keluar dari geng itu Bell.. tapi mereka nggak terima dan nggak suka sampai aku dipukulin kayak gini... kalo aja nggak ada...” ucap kak Nando terputus

“nggak ada?” tanyaku

“kalo aja nggak ada sahabatku dari kecil yang juga masuk geng itu.. mungkin.. mungkin aku udah dihabisin sehabis-habisnya sama mereka semua” ucap kak Nando masih menatapku “semuanya udah berakhir Bella... udah berakhir.. oleh karena itu aku mau bilang makasih karena kamu mau tersenyum sama aku.. nggak kayak anak-anak lain yang takut ngelihat aku.. aku nyesel banget karena aku nggak bisa nyenengin orang tuaku Bell.. mereka udah banyak banget berkorban Bell.. aku pengen ngebales semua pemberian mereka selama ini ke aku.. semoga nggak terlambat Bell”

“kak.. di dunia ini nggak ada yang terlambat…”

Malam ini pesta ultah sekolah akan diadakan. Semua persiapan udah beres semenjak 2 minggu yang lalu. Tapi semenjak waktu aku menemukan kak Nando dipukulin oleh teman-temannya aku sudah tidak menemukan kak Nando. Beberapa kali aku mencoba bertanya kepada kak Galuh, sahabat kak Nando yang masih menjadi geng itu, saat dia sedang sendirian tanpa ditemani teman-temannya, dan kak Galuh sendiri tidak tau dan merasa kak Nando sedang marah padanya hingga ia tidak mau menemui kak Galuh saat kak Galuh berkunjung kerumahnya. Hingga malam tiba kak Nando tidak kunjung terlihat, pukul 8 malam aku berusaha menerima kenyataan bahwa kak Nando tidak datang dan memutuskan untuk pulang. Setelah berpamitan dengan sesama panitia, Septa, dan Bekky(yang mencoba menawariku naik skuternya) aku segera keluar dari sekolah. Dengan lesu aku mulai berjalan keluar, tetapi di depan gerbang ada seorang yang berdiri dan menunduk, dan itu... kak Nando

“kak Nando.. akhirnya datang juga” sambutku

“Bella...”

“untung aja aku nggak pulang duluan”

“Bell. Aku cuman mau pamitan..”

“loh.. emangnya kak Nando mau kemana?”

“aku mau pergi”

“pergi?”

“iya.. aku mau dipindahin ke Australia sama orang tuaku.. mereka kecewa banget liat aku babak belur kemarin… tapi kalo ini memang pilihan mereka yang baik aku mau aja Bell.. asal meraka seneng” ucapnya yang seketika bikin aku sedih.

“Australi?” tanyaku tak percaya

“iya.. sekali lagi makasi banget ya Bell.. udah mau memberiku warna kehidupan dan tawa yang tulus… dan makasih ya kamu udah mau sayang sama aku.. nanti kalo aku pulang kamu adalah alasan aku balik ke sini dan kamu adalah orang pertama yang ada dipikiranku... dan.... jadi my first love ya Bell... untuk selamanya...” seketika aku menangis. Kak Nando mengusap air mata itu dan tersenyum. “ beri aku senyum kamu satu kali aja.. kalo nggak mau senyum aku nggak bakal balik.. kan yang bikin aku suka sama kamu senyum kamu yang maksa itu” ucap kak Nando yang langsung bikin aku tersenyum, tapi nggak maksa, aku tersenyum tulus, kak Nando segera berbalik dan masuk ke mobilnya yang ternyata ada kedua orang tuanya yang saat mereka melewatiku tersenyum ke arahku. Kak Nando... aku bakal nunggu kamu sampai kapanpun... cepet balik ya kak...

Dan saat kamu balik nanti kamu adalah satu-satunya di hatiku........

3/16/2011

sudah capek

saya berada dimana saya sudah tidak mengenal lagi kepercayaan diri. saya berpernah bercerita bahwa saya sedang menyukai mr. p. dan say langsung pupus harapan saat saya tahu dia sudah punya gebetan.

3/12/2011

bertanyaa????

pertanyaan itu banyak. apa,kenapa,gimana,siapa, dan teman-temanya itu. tapi sampai saat ini saya masih belum bs menjawab pertanyaan tentang diri saya sendiri. dalam artian saya memang masih blm menemukan jati diri saya yang sebenarnya. tentang sifat,kareakter, bahkan apa yang saya suka dan tidak. besok bisa suka dan besok bisa jadi tidak suka sama sekali. ini sangat menyulitkan saat banyak pertanyaan. "kamu orgnya gimana ?" yang pastinya saya jawab "gak tau". ada kalanya pertanyaan aneh seketika datang ke pikiran saya "apa sebenarnya yang dipikirkan orang-orang tentang saya?" "apa mereka hanya pakai topeng, pura-pura suka, pura-pura mau berteman tapi dibelakang mencela bahkan menaruh rasa tidak suka terhadap saya?" bahkan belum habis saya menjawab pertanyaan itu timbul lagi pertanyaan "wajarkah kalau saya berpikir seperti itu?"
aahhhhhh...
kalaupun iya saya bertanya kpd orang lain saya bisa2 dikatakan orang aneh.
beberapa menit yang lalu saya bahkan merasa bahwa orang-orang disekitar saya setiap kali melihat saya sepertinya selalu marah dan emosi.
daannn... timbullah pertanyaan lagi ada apa dengan saya????

2/13/2011

suka sering, sayang g pernah, jatuh cinta apalagi......

kalo dipikir-pikir usia saya sudah hampir 16 tahun. sebenarnya masih sangat remaja. bahkan dibilang belum. tapi dilihat-lihat. banyak sekali teman saya yang sudah mendapat pacar. bahkan lebih muda dari itu.
sekilas dari mulai saya tertarik sama yang namanya cowok itu terjadi saat saya kelas 7... umur saya baru 13 thun. dan saya hanya sekedar suka. tidak ingin lebih. bukannya saya jelek (ngeles). tapi memang saya belum siap untuk itu.
kalo saya boleh berpede-pede ria. duluuu sekali saya pernah mendapat pacar pertama. waktu kelas 5. tapi saya tidak tahu kenapa. rasa suka pun tidak timbul dan muncul. tapi itu cukup berkesan untuk saya. yaa sebenarnya saya tidak terlalu tidak sukaa amaat. tapi perasaan itu wajar. toh waktu itu saya cuma merasa. ternyata saya disukai juga. tanpa harus mersa saya juga perasaan yang sama dengan anda.
kelas 7. ada yang nembak saya. saya tolak. kelas 8. kakak kelas nembak. saya terima tapi cuma 1 minggu kurang. kelas 9. nggak ada sama sekali!!!!!!
mungkin karena saya tipe orang yang pemilih. bukan hanya untuk seorang cowok. tapi juga semua jenis barang. bahkan orang tua saya pernah bilang. " kamu itu pemilih ya? tapi pilihan kamu selalu aja bagus"
waktu kelas 7 dulu. saya pernah menyukai kakak kelas 9. sebut aja mr. P... awalnya dia biasa aja. karena mukanya standart bahkan tidak menarik sekalipun. dia yang menjaga saya waktu MOS dulu. waktu perkenalan di depan kelas. diantara teman-temannya yang lain yang sedang berbicara sendiri saya merasa cuman dia yang mendengar celotehan perkenalan diri saya. karna waktu itu saya terdiam dan dia bertanya sesuatu. sederhana dan biasa aja sebenarnya. tapi buat saya itu so sweet banget (ciuhhh). 1 tahun berlalu dan cuma suka yang saya rasakan. bahkan sekarang saya lupa bagaimana cara saya menyukainya dulu. tapi dia kembali lagi. setelah lama mengilang dari hati saya. hahaha. dia meng add saya di facebook. bukan saya yang meng add dia lohhhh....... waktu itu saya lonjak-lonjak senang dan teman saya hanya melihat sambil geleng-geleng. beberapa minggu yang lalu saya memberanikan diri me message dia. dan dia membalasnya. wawawawwawawawa...... tapi sekali lagi saya tidak bisa bilang saya jatuh cinta dengan dia. saya hanya suka!!! dan akan tetap jadi suka!!!

2/04/2011

sahabat

apa yang terpikirkan pertama kali tentang sahabat?
orang yang selalu ada buat kita, temen yang paling deket, orang yang paling tau tentang kita walaupun orang tua kita sendiripun ga tau?
tapi jaman sekarang sahabat nggak lebihnya cuma pembohong dan penipu. dari luar keliatan baik,setia,sayang sama kita,mbela kita. tapi diem-diem d belakang? ngomongin semua kejelekkan kita dan membongkar semua rahasia kita. wuaahhhh skandal tuhhh..
nggak banyak sahabat yang bisa ngehargai nama persahabatan. yang penting mereka seneng,bahagia,puas. nggak peduli kayak gimana temennya. ada juga tuh sahabat sama-sama nusuknya. yang satu ngerbut cwonya sahabatnya. sahabatnya juga gitu. rumit kan?
kalo saya sendiri nggak usah atas nama pacar. karna saya nggak begitu peduli dengan itu.
ini dimulai saat saya masih kelas 7. dimana saya punya teman baru. sebut saja namannya mrs d,mrs t. sebenarnya kami duli berbanyak. hampir 6 orang, tetapi si mrs D ini punya sifat yang yaa kuranggg lahh. jadi mereka g kuat dan nyari teman baru. awalnya saya nggak masalah sama sifatnya. tapi sifatnya yang sombong jadi semakin menjadi saat dia ikut olympiade ipa. saat itu bisa d bilang saya yaa agak iri lahhh. tapi nggak punya pikiran jelek. saya mulai punya rasa tidak nyaman saat bersamanya. saat kita naik ke kelas 8. duduk kami dipisah jauh. saat itu saya mersa harus mengejar dia yang bisa dikatakan paling pintar dikelas. dan yeaahh saya berhasil. hidup tanpa bayang-bayang dia ternyata bisa membuat saya berkembang. saya rangking 1.
semester 2 :
saya adalah bendahara dari mulai kelas 6 sampai kelas 7. dan ternyata 3 tahun bertugas saya harus dipukul dengan kasus yang membuat saya harus beristigfar. saat itu uang kas kelas saya hilang dan jumlahnya tidak tanggung-tanggung 1juta. saya bukan penipu bukan pencuri. memang waktu itu saya bisa dibilang kaya. tapi jgn salah. saya nggak pernah jajan dan uang itu hanya untuk menabung. karna saya senang melihat saya punya uang.
tapi.... si mrs D yang menyebut saya adalah shabatnya berbicara kpada teman saya yang lain "paling juga dimakan sendiri"
naudzubilahhhhhhhhh... inalilahiiiiii... ya allah tuhanku!!!!!
siapa yang nggak jengkel coba?
dalam jangka waktu yang singkat saya mulai menjauhi dia. gara-gara kasus itu rangking saya turun dan dia mengambil alih. plok..plok..plok..
kelas 9 awal saya langsung menjauhi dia dengan tidak duduk dgn dia. bersamaan dengan itu ke 4 teman saya yang lain kembali pada formasi waktu kelas 7. mereka semua jdi sedikit kaget saat saya mulai menggangap teman saya yang lain dibanding mereka.
si mrs D mulai ngegosip dengan ketajaman mulut yang lebih tajam daripada golok,keris,pisau,geraji. dan teman saya ini tidak terima,tentunya. disana muali ada pertengkaran merebutkan saya(hahaaha.... pede sekaleeeee). dan saya berpihak pada taman saya ini.
si mrs D nangis waktu itu. tapi sapa yang peduli? saya SANGAT TIDAK PEDULI!!!!!
teman boleh sahabat boleh. tapi jangan berlebihan dong. memang mereka tau tentang kita. tapi jangan sok tau!!! tolong jadilah sahabat yang tidak bocor dan setia.

2/02/2011

manusia g pernah puas

kayak teori ekonomi memang manusia tidak pernah puas... kalo uda dapet itu pasti ada aja yang dipengenin lagi... seperti halnya manusia yang menganut teori ekonomi tersebut saya sebagai manusia biasa sangat amat menyayangkan hal itu...
hai itu terjadi pada tahun ini 2011... tahun yang awalnya penuh dengan kemlangan,kebahagiaan yang dteng bareng-bareng(g nyambung) hehe...
curhat yaa....
gara-gara liat iklan d tv ada samsung champ jdi kepengeennn bgt punya... tapi sayang kalo harus jual SE W350i... hpe yg emang jadi kepengenan saya dari duluuu... sampe kebawa mimpi,kebanyang-bayang trus. saya sayangg banget sama hpe itu. walaupun fasilitasnya dibilang kurang memadai karena tidak ada videonya dan ngg bisa ngirim tema. tapi hpe itu jadi sangat sempurna dimata saya. karna judulny walkman jadi ya fasilitasnya melulu d lagu. jadi nggk rugi-rugi amat punya itu hape. selain itu bentuknya juga mirip ipod. jadi serasa punya ipod dan hape digabung jdi satu. bahagia banget punya itu hape. apalagi hape itu modal bgt. mcard sama kabel data sudah tersedia dan tinggal make. jadi bisa langsung nambah-nambah lagu tanpa buang pulsa.
tapi semenjak samsung champ hadir,,, hape itu jdi mendominasi dipkiran dan menggeser posisi W350iku tercinta(maaf),,, setiap hari kebanyang bisa punya hpe layar sentuh. saya pikir bakal jadi hal yang susah dan hanya diangan-angan. tapi ternyata pada hari itu saat saya mencari-cari hrga samsung champ d google. waahhhhhhh canggihnya harganya cuma 800an. bahagianya saya waktu itu. karena saya belum punya uang sendiri dan berstatus sebagai pelajar. saya meminta dan merenggek kpd orang tua saya. awalnya hanya janji-janji semu. tapi lama-lama hal itu jadi pembicaraan serius yang pada akhirnya diputuskan bahwa hape saya tercinta W350i akan diganti posisinya dengan samsung champ.
dilema... DILEMA
iya tidak iya tidak
bayangan samsung champ warna coklat terus terbyang dan membulatkan tekad saya dengan berat hati. bahwa saya harus merelakan hape tercinta yang dulu juga terbyang-bayang.
sabtu malam : " ayo cepet, ntr keburu malem" ucap ayahku. dengan semangat saya berganti baju dan menyiapkan hape tercinta untuk ditukar dengan "hape byang."
daannn finally "hape bayang" udah ditangan, kangen sama hape tercintaku.
kalian tau pa yang ada dipikranku saat ini? kebayang punya hape SE T707. bagussss... otakku sangat hebat kalo sudah berhadapan dengan itu semua. gilaaaaaa penggeeennnn bangeettttt!!!!!!!!!!